Home / News / Seminar “Sistem Pendidikan yang Ideal di tengah Wabah Covid-19” bersama Ketua Komisi X DPR RI dan Para Rektor

Seminar “Sistem Pendidikan yang Ideal di tengah Wabah Covid-19” bersama Ketua Komisi X DPR RI dan Para Rektor

Minggu, 3/05/2020, Hari Pendidikan Nasional ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa. Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Maka dari itu sudah sepatutnya kita sebagai warga Indonesia memperingati hari penting tersebut, terutama sebagai organisasi yang menaungi mahasiswa dan para alumni penerima manfaat Bidikmisi, Badan Pengurus Pusat Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional (BPP Permadani Diksi Nasional) memiliki tanggung jawab dan rasa empati untuk ikut memperingati dan menyuarakan rasa bangga akan “Hardiknas” ini kepada seluruh lapisan masyarakat terutama kita sebagai agen perubahan bangsa dan roda penggerak pembangunan Indonesia di masa yang akan datang.

Dalam seminar yang bertemakan “Sistem Pendidikan yang Ideal di tengah Wabah Covid-19” BPP Permadani Diksi Nasional turut menghadirkan narasumber representatif dalam seminar tersebut. Diantaranya, H. Saiful Huda (Ketua Komisi X DPR RI), Prof. Dr. Arif Satria, SP., M.Si (Rektor IPB) dan Prof. Dr. KH. Babun suharto, SE., ME. (Rektor IAIN Jember) serta dimoderatori oleh Rizal Maula Ketua BPP Permadani Diksi Nasional 2019-2021.

Pada dasarnya setiap permasalahan negara dan warga negara adalah tanggungjawab presiden selaku kepala pemerintahan. Namun dalam situasi seperti saat ini bukan waktunya untuk saling menyudutkan dan menyalahkan. Sebagai masyarakat, kita ketahui bahwa fundamental ekonomi, kesehatan dan pendidikan di Indonesia dinilai belum seakurat dan sebaik negara maju, “Inilah yang menjadi pertimbangan bahwa pendidikan di Indonesia merupakan salah satu sektor yang harusnya pemerintah dapat all out untuk menyelamatkan pendidikan terutama dalam impact jangka panjang akibat Covid-19, karena jika dalam pendidikan ini terdapat lag satu semester saja dampaknya akan besar sekali, dan memang diharapkan Dana Abadi Pendidikan mampu memperbaiki keadaan pendidikan di Indonesia agar lebih baik lagi terutama setelah adanya Covid-19 sekarang ini” menurut Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria.

Terlebih lagi Prof. Dr. KH. Babun Suharto selaku Rektor IAIN Jember menyebutkan bahwa “Belakangan ini permasalahan PTKIN ada pada surat edaran rencana penurunan UKT dari Kemenag yang dicabut kembali. Anggaran BOPTN saat ini sudah tidak berdaya karena 100% anggaran dihemat oleh Kemenag, pemerintah dianggap sudah tidak bijak melaksanakan amanah UU Pendidikan yakni sekitar 20%. Jika dibandingkan dari segi anggaran pendidikan dari Kemendikbud dan Kemenag, kita cukup jauh, disamping itu juga belum adanya keberpihakan pemerintah kepada Kemenag khususnya dalam hal pelayanan terkait dengan internet untuk saat ini, perlulah menjadi PR pemerintah karena Perguruan Tinggi merupakan garda terdepan dalam pembangunan bangsa”

Sambung dari Ketua Komisi X DPR RI, H. Saiful Huda sebagai menyebutkan bahwa “PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dalam masa pandemi Covid-19 memang tidak efektif dengan faktor yang cukup banyak dan beragam. Seperti contoh kasus salah satu sekolah di Jakarta yang mana aksesnya baik, literasi tinggi, mereka juga menghentikan pembelajaran, kurang lebih hanya menyelenggarakan sebulan, selebihnya meniadakan daring, ini menjadi cerminan bahwa memang daring yang sudah ada tetapi karena aksesnya tidak memadai menjadi dikatakan tidak efektif. Terlebih setelah survei bahwa 65% itu tidak ada akses internet, jadi hanya sekitar 35% yang menyelenggarakan daring dengan 20% yang melaksanakan PJJ dan 15% tidak melaksanakan daring dengan alasan PJJ tidak relevan”.

Sementara itu, Rizal Maula, selaku Ketua Umum BPP Permadani Diksi Nasional periode 2019-2021, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan webinar 5.0 merupakan salah satu program kerja yang bertujuan dalam menumbuhkan rasa empati mengenai keadaan pendidikan saat ini akibat Covid-19. Selain itu juga Rizal mengungkapkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan, pelajaran dan rumus hafalan, melainkan bagaimana kita menjadi seorang manusia dan memanusiakan manusia.

Penulis: Dina

About admin

Permadani Diksi Nasional ( Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional ) Republik Indonesia adalah organisasi mahasiswa dan alumni penerima beasiswa Bidikmisi dari pemerintah republik Indonesia. Bidikmisi diluncurkan pada tahun 2010 dan pada tahun 2020 ini nama beasiswanya berubah menjadi KIP Kuliah. Permadani Diksi Nasional dibentuk di Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 2015.

Check Also

BPP Permadani Diksi Ajak Generasi Muda Songsong Indonesia Emas 2045 Bersama KIP Kuliah

Bidikmisi sebagai bantuan dana pendidikan tinggi dari pemerintah untuk masyarakat tidak mampu yang telah hadir …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *