Home / Opini / HARLAH PERMADANI DIKSI NASIONAL Ke-V : “OPTIMISME BERKARYA UNTUK INDONESIA”

HARLAH PERMADANI DIKSI NASIONAL Ke-V : “OPTIMISME BERKARYA UNTUK INDONESIA”

Bidikmisi merupakan bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Republik Indonesia sejak tahun 2010 yang diperuntukkan kepada calon mahasiswa kurang mampu namun memiliki prestasi yang membanggakan. Sebagai bantuan pendidikan, Bidikmisi adalah beasiswa yang fokus pada pemberian penghargaan atau dukungan dana terhadap mereka yang memenuhi kriteria sebagai penerima.  Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang memiliki keterbatasa secara ekonomi namun memiliki latar belakang akademik yang cukup membanggakan. Dengan demikian, pemberian bantuan biaya pendidikan ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi dan melahirkan lulusan yang mandiri, produktif serta memiliki kepedulian sosial sehingga mampu berperan aktif dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan.

Saat ini, program beasiswa Bidikmisi telah terbukti dapat memutus rantai kemiskinan. Oleh sebab itu, pada tahun 2019, pemerintah berkomitmen dan melakukan inovasi dalam meningkatkan layanan Bidikmisi, diantaranya meningkatkan kuota penerima Bidikmisi menjadi 130.000 penerima atau meningkat 44% dibandingkan tahun sebelumnya, (2) mengalokasikan program beasiswa Bidikmisi pada Program Profesi Guru (PPG) selain profesi dokter, dokter gigi, dokter hewan, ners dan apoteker yang telah ada sebelumnya; (3) Menambah alokasi penerima Bidikmisi khusus mahasiswa difabel; dan (4) Integrasi data Bidikmisi dengan pangkalan data Kemendikbud dan Kemensos untuk mendorong proses penerimaan yang lebih transparan, akuntabel dan tepat sasaran.

Seiring berjalannya waktu, jumlah penerima beasiswa bidikmisi terus bertambah. Para penerima beasiswa Bidikmisi menyadari bahwa mahasiswa dan alumni penerima beasiswa adalah generasi penerus perjuangan cita-cita bangsa berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945 dalam rangka mewujudkan generasi emas Indonesia agar dapat memutuskan mara rantai kemiskinan. Dengan demikian, untuk mempersatukan seluruh mahasiswa dan alumni penerima beasiswa bidikmisi se-Indonesia dibentuklah suatu Forum Nasional yang diberi nama “Persatuan Mahasiswa Dan Alumni Bidikmisi Nasional” atau yang disingkat dengan “Permadani Diksi Nasional”.

Permadani Diksi Nasional pertama kali dideklarasikan dalam agenda Silaturahim Mahasiswa Bidikmisi Nasional pada tanggal 27 Februari 2014 di Jakarta dan secara resmi didirikan pada tanggal 10 April 2015 dalam agenda Silaturahim dan Musyawarah Nasional Permadani Diksi Nasional (SMNPDN) di Universitas Hasanuddin, Makassar yang dihadiri oleh kurang lebih 70 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia.

Sejak resmi didirikan pada tanggal 10 April 2015 hingga 10 April 2020, Permadani Diksi Nasional memiliki kiprah yang positif dengan berbagai program kerja yang dapat mendorong kemajuan bangsa. Tak hanya itu, para penerima bidikmisi juga telah memberikan kontribusi nyata melalui segudang prestasi yang pernah diraih bahkan telah banyak para alumni penerima beasiswa Bidikmisi yang melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan Doktoral dengan dukungan penuh beasiswa dari Lembaga pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Meski demikian, pada tahun 2020 saat ini pemerintah tidak lagi membuka program Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi) resmi digantikan oleh Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 (Karakterunsulbar.com). Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menerbitkan dokumen resmi APBN 2020. Nilainya Rp2.528,8 triliun, mengalami kenaikan sekitar 2,75% dari APBN 2019. Sedang alokasi anggaran ke sektor pendidikan mencapai Rp505,8 triliun untuk beasiswa, perguruan tinggi, penelitian, serta seni budaya. KIP Kuliah sendiri akan melayani 818 ribu mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Jumlah ini naik 76% dari 2019 yang hanya 464 ribu. Mahasiswa penerima KIP Kuliah akan menerima bantuan biaya hidup Rp4,2 juta per semester dan Rp2,4 juta untuk biaya pendidikannya (Sumber: indonesia.co.id). Pendaftaran KIP Kuliah dapat dilakukan di laman (kip-kuliah.kemdikbud.go.id).

“Penghapusan program Bidikmisi dan munculnya program KIP Kuliah tidak menyurutkan semangat Permadani Diksi Nasional untuk terus mengawal pelaksaan program tersebut serta terus berkarya melalui prestasi” ucap Ketua Umum Permadani Diksi Nasional periode 2019-2021, Rizal Maula SH. Bedasarkan pernyataan Ketua Umum diatas, secara tidak langsung telah tersirat pesan mendalam yakni Permadani Diksi Nasional akan selalu berkontribusi aktif melalui program-program kerja yang relevan dan unggul untuk memperluas jaringan bagi nusa dan bangsa sebagai solusi atas problematika yang sedang dihadapi bangsa ini dengan berbagai karya yang dapat mendukung terwujudnya Indonesia Maju.

Penulis : Heni Ardianto

About admin

Permadani Diksi Nasional ( Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional ) Republik Indonesia adalah organisasi mahasiswa dan alumni penerima beasiswa Bidikmisi dari pemerintah republik Indonesia. Bidikmisi diluncurkan pada tahun 2010 dan pada tahun 2020 ini nama beasiswanya berubah menjadi KIP Kuliah. Permadani Diksi Nasional dibentuk di Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *