Webinar 5.0 : Menjadi Mahasiswa Berprestasi Nasional

Selasa, 31 Maret 2020 Badan Pengurus Pusat Persatuan Mahasiswa Dan Alumni Bidikmisi Nasional (BPP Permadani Diski Nasional) kembali membuat “gebrakan baru” ditengah keadaan dunia yang saat ini sedang tidak baik-baik saja akibat virus Corona atau yang akarab disebut dengan “Covid-19”. Akibatnya, segala aktivitas mulai dari sosial, ekonomi, pertanian, pemerintahan bahkan hingga pendidikan menjadi terhambat akibat virus tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut, BPP Permadani Diksi Nasional Periode 2019-2021 menggelar diskusi secara Online (WEBINAR 5.0) guna mendukung aksi “Dirumah Aja” namun tidak mengurangi keseriusan dalam belajar.

Diskusi diikuti oleh puluhan mahasiswa yang berasal dari beberapa kampus di Indonesia serta di ikuti oleh Ketua Umum Permadani Diksi Nasional yakni Rizal Maula dengan mengusung tema : “Menjadi Mahasiswa Berprestasi nasional”. Narasumber pada diskusi tersebut adalah dua orang Mahasiswa Berprestasi Nasional (Mawapresnas) tahun 2018 yakni Evita Martha Dewi (Universitas Indonesia) dan Indra Febrianto (Uiniversitas Negeri Malang). Jalannya diskusi dipandu langsung oleh Heni Ardianto yang merupakan salah satu BPP Permadani Diski Nasional periode 2019-2021.

Ungkapan “Mahasiswa Berprestasi” mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa. Setiap mahasiswa yang pernah menjuarai suatu kompetisi pun disebut sebagai Mahasiswa Berprestasi. Pilmapres (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) adalah salah satu agenda bergengsi bagi mahasiswa baik program diploma maupun sarjana yang bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada mahasiswa terbaik perguruan tinggi yang siap menjadi agent of change dalam rangka membangun Indonesia yang lebih baik tentunya.

Diskusi dimulai sejak di buka oleh moderator pada pukul 09.00 WIB yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rizal Maula selaku Ketua Umum Permadani Diksi Nasional dengan inti sari pernyataannya bahwa “Sebagai insan akademisi, janganlah selalu puas akan prestasi yang kita dapatkan saat ini namun terus berkarya dengan memanfaatkan peluang yang senantiasa selalu terbuka”. Selanjutnya pemaparan pengantar untuk menggali lebih dalam mengenai tema diskusi oleh kedua narasumber. Dimulai dari narasumber pertama yakni Indra Febrianto yang mengungkapkan bahwa “segala sesuatu yang ingin kita capai haruslah diawali dengan mimpi dan harus fokus terhadap mimpi kita untuk mewujudkannya”. Lebih lanjut, narasumber kedua yakni Evita Martha Dewi menambahkan bahwa “dalam mencapai tujuan atas apa yang kita inginkan perlu tekad dan kerja keras serta harus melalui beberapa proses yang tentunya tidak mudah namun harus tetap bangkit untuk menggapainya”.

Beberapa pertanyaan diajukan oleh perserta yang begitu antusias dalam mengikuti diskusi online tersebut. Singkatnya, “untuk menjadi Mahasiswa Berprestasi tentu memiliki tantangan yang begitu berat karena banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan penghargaan tersebut” ungkap Evita Martha Dewi. Pernyataan tersebut dipertegas kembali oleh Indra Febrianto bahwa “dalam menggapai impian kita harus memperhatikan hal-hal yang menjadi kelemahan kita dan kemudian terus semangat dalam menggali potensi diri untuk menaklukan kelemahan tersebut”.

Diakhir diskusi, Heni Ardianto selaku moderator menarik benang merah bahwa “dalam rangka mewujudkan impian sebagai mahasiswa berprestasi, seorang mahasiswa tentu harus bekerja keras dalam mempersiapkan segala sesuatunya”. Persiapan adalah salah satu unsur penting untuk merealisasikan apa yang kita inginkan. Jika ingin menjadi seorang mahasiswa berprestasi, maka haruslah memiliki persiapan yang cukup mulai dari fisik dan juga. Persiapan yang dapat dilakukan dimulai dengan memperhatikan pedoman Pilmapres (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) dan kemudian dilanjutkan dengan aktivitas yang mendukung. Rasa “jenuh” terkadang akan hadir seiring berjalannya waktu jika kita tidak bersungguh-sungguh. Namun kita dapat menerapkan konsep “KAIZEN” yakni suatu konsep budaya Jepang yang artinya “perbaikan berkesinambungan”. Dengan perbaikan secara terus menerus atas kegagalan yang kita alami, maka yakinlah segala sesuatunya akan menjadi jauh lebih baik. Sebagai ungkapan penutup, kedua narasumber berpesan bahwa “untuk menjadi menjadi mahasiswa berprestasi harus memiliki kesiapan yang matang, sebab semakin tinggi layang-layang terbang maka akan semakin kuat angin yang menerpanya sehingga memerlukan benang yang besar dan kuat”

Penulis : Heni

About admin

Permadani Diksi Nasional ( Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional ) Republik Indonesia adalah organisasi mahasiswa dan alumni penerima beasiswa Bidikmisi dari pemerintah republik Indonesia. Bidikmisi diluncurkan pada tahun 2010 dan pada tahun 2020 ini nama beasiswanya berubah menjadi KIP Kuliah. Permadani Diksi Nasional dibentuk di Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 2015.

Check Also

BPP Permadani Diksi Ajak Generasi Muda Songsong Indonesia Emas 2045 Bersama KIP Kuliah

Bidikmisi sebagai bantuan dana pendidikan tinggi dari pemerintah untuk masyarakat tidak mampu yang telah hadir …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *