Home / News / Prof M Nuh : Anak-anak Tanpa Akses Pendidikan, Ibarat Penumpang yang Tak Kebagian Gerbong Kereta

Prof M Nuh : Anak-anak Tanpa Akses Pendidikan, Ibarat Penumpang yang Tak Kebagian Gerbong Kereta

Anak-anak yang tak memiliki akses ke pendidikan diibaratkan sebagai anak-anak yang tidak bisa naik ‘kereta’ menuju stasiun.

Mereka tidak kebagian ‘gerbong’ yang diibaratkan sebagai ‘pendidikan’ sehingga mereka tak mampu mencapai tujuan yakni stasiun ‘2045’. Tepat 100 tahun Indonesia Merdeka di Tahun 2045 mendatang.

“Anak-anak yang tidak memiliki akses ke pendidikan ini saya ibaratkan tidak bisa naik kereta. Kalau dia tidak bisa naik ke dalam gerbong, gerbong ini maksudnya pendidikan, artinya dia tidak bisa mencapai stasiun 2045, yakni tepat 100 tahun kejayaan. Kasihan dia, tercecer, bahkan saat Indonesia sudah merdeka selama 100 tahun,” ujar Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, Rabu (19/12/2018), usai memberikan pembinaan kepada ratusan mahasiswa Untidar penerima beasiswa Bidikmisi di GOR Samapta, Kota Magelang.

Oleh karena itu, anak-anak tersebut terutama mereka yang kurang mampu secara ekonomi, perlu diberikan akses khusus atau disebut affirmative policy, baik itu melalui Beasiswa Bidikmisi, beasiswa LPDP dan beasiswa lainnya, supaya mereka dapat naik gerbong, dan dapat menuju stasiun ‘2045’.

Oleh karena itu, satu yang terpenting adalah memberikan akses pendidikan kepada anak-anak yang tak memilikinya, juga kepada mereka yang terbatas secara ekonomi.

“Oleh karena itu mulai sekarang, bahkan mulai dulu, sudah kita mulai. Bidikmisi, ini bagian dari affirmative policy untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak kita yang terbatas secara ekonomi, tetapi memiliki kemampuan yang luar biasa. Mereka perlu diberikan akses khusus,” ujar Nuh.

Nuh mengatakan, banyak sekali mereka yang secara ekonomi terbatas, tetapi memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk itu, program Bidikmisi ini perlu diteruskan, sehingga akan ‘panen’ para Doktor-doktor atau S3.

“Kalian bisa lihat, para penerima Bidikmisi ini IPK berapa, rata-rata tinggi. Termasuk mereka yang lanjut ke S3, banyak sekali. Kalau itu diteruskan, sekarang kita mulai panen S3-nya, maka nanti setiap tahun akan panen, dan panen. Kalau orang miskin, orang duafa itu sudah bangkit, maka bangkit Indonesia,” ujarnya. (tribunjogja)

About admin

Permadani Diksi Nasional ( Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional ) Republik Indonesia adalah organisasi mahasiswa/i dan alumni penerima beasiswa Bidikmisi dari pemerintah republik Indonesia. Bidikmisi diluncurkan pada tahun 2010 dan telah memiliki penerima lebih kurang 700.000 mahasiswa/i. Permadani Diksi Nasional dibentuk di Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 2015.

Check Also

Siswa Berprestasi Kini Dijamin Beasiswa LPDP Hingga S3

Dirjen Dikdasmen, Kemendikbud, Hamid Muhammad, Medcom.id/Citra Larasati. Jakarta:¬†Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjamin beasiswa bagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *