Home / Berita Wilayah dan Kampus / Formadiksi UM Tunjukkan Rasa Kekeluargaan melalui FUN#6 – Formadiksi UM

Formadiksi UM Tunjukkan Rasa Kekeluargaan melalui FUN#6 – Formadiksi UM

Dsn. Sumberlele, Ds. Gajahrejo, Kec. Gondanglegi, Malang – Kamis (13/12) Formadiksi UM telah melaksanakan pembukaan acara Formadiksi untuk Negeri (FUN) ke-6 yang dihadiri oleh seluruh peserta dan panitia FUN#6. Acara tersebut dimulai dengan sambutan dari ketua pelaksana FUN#6 kemudian dilanjutkan oleh sambutan Divisi Keilmuan dan Pengabdian.

Di hari pertama FUN#6 peserta nampak antusias mengikuti serangkaian acara FUN#6, mulai dari pembukaan hingga simulasi yang nantinya akan di tujukaan saat pelatihan kepada para warga. Hal ini kerap diungkapkan oleh Aida Nur Faiza, salah satu mahasiswa Bidikmisi Jurusan Ekonomi Pembangunan yang mengikuti Pembukaan FUN#6, “Awal datang kesini, aku bingung mau ngapain. Barang-barang berantakan, banyak teman-teman juga lelah perjalanan. Namun dengan begini aku bisa mengakrabkan diri dengan volunteer lain hingga akhirnya bisa saling sharing-sharing juga sebagai sesama mahasiswa bidikmisi”

Aida juga mengakui bahwa dengan ia mengikui FUN#6, ia senang dapat berkonstribusi minimal dalam lingkup sekitarnya. “Anak-anak masih sangat polos dan senang bermain, alangkah baiknya jika ini menjadi momen yang pas untuk memperkenalkan masa depan kepada anak-anak. Selain belajar menggambar, juga mewarnai, setidaknya kita memberikan warna untuk masa depan anak-anak ketika esok nanti ditanya ingin seperti apa cita-citanya.” Jelasnya singkat.

Aida, juga sebagai salah sau pengajar saat kegiatan mengajar bersama di basecamp FUN#6 ia banyak bercerita tentang anak-anak warga Desa Gajahrejo, “Seperti salah satu anak perempuan yang tadi yang kulihat, dia sangat baik dalam menggambar dan ia juga mengungkapkan jika ia besar nanti ia ingin menjadi pelukis yang pergi ke Turki. Hebat sekali ia bisa mengenal salah satu negara dari Luar Negeri. Dan perlu diketahui, hal ini butuh support yang luar biasa dari lingkungan sekitarnya.” Tambahnya dengan bersemangat.

Tak kalah seru di hari pertama, Jumat (14/12) peserta FUN#6 terlihat antusias mengikuti serangkaian acara di hari kedua, hal ini nampak pada saat volunteer membantu warga Desa Gajahrejo di dalam hal pekerjaannya. Gisya, salah satu volunteer FUN#6 memaparkan bagaimana mereka membantu warga Desa Gajahrejo.

“Kami banyak belajar dari membantu warga disini, bapak-bapaknya ramah juga baik dalam menyambut kami. Memang awalnya lelah, tapi karena semua dilakukan bersama-sama, rasa lelah yang ada menjadi hilang. Segala macam pekerjaan yang dilakukan di sini semua menggunakan perlatan yang tradisional, sehingga memerlukan banyak waktu dan juga tenaga dalam pengolahannya. Namun sedikit saja dengan pengembangan sumder daya manusianya, hal ini sudah dapat membantu meningkatkan kualitas taraf ekonomi masyarakat Desa Gajahrejo”, tandasnya saat diskusi dalam Focus Discussion Group.

Sama halnya dengan Ibu Winarti selaku warga Dusun Sumberlele, Desa Gajahrejo, Beliau mengatakan, “Memang kondisi di Desa Gajahrejo pada umumnya masyarakat Desa Gajahrejo sudah produktif, hanya saja segala macam pekerjaan memang dilakukan secara tradisional, alat-alatnya juga masih sederhana. Ya semoga dengan adanya pelatihan yang sudah dilakukan oleh Universitas Negeri Malang dapat terus berkelanjutan untuk hari-hari kedepannya.”

Minggu (16/12) juga telah dilaksanakannya penutupan FUN#6 yang diakhiri dengan sesi foto bersama. Mengkahiri dari serangkaian acara FUN#6 para volunteer mengakui bahwa acara #FUN6 ini tak kalah manfaatnya dengan KKN. Walaupun hanya dilakukan selama empat hari, namun dengan empat hari ini acara FUN#6 berhasil memupuk rasa persaudaraan para volunteer FUN#6.

Sebagai penutup, Wawan Aprilianto selaku Ketua Pelaksana FUN #6 mnambahkan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada para volunteer FUN #6 yang telah bersedia bersumbangsih untuk FUN#6 dan mengorbankan waktu serta tenaga dalam empat hari yang telah dijalani di sini. Juga kami selaku panitia memohon maaf kepada Bapak, Ibu warga Desa Gajahrejo apabila ada hal yang kurang berkenan selama kami tinggal disini. Untuk selanjutnya kami berharap kepada warga Desa Gajahrejo, bahwasanya kegiatan ini tidak hanya sekadar pelatihan saja. Harapannya, besar kemungkinan apa saja yang sudah kami berikan untuk menginisiasi Desa Gajahrejo agar terus diimplementasikan untuk kedepannya.” Tutup Wawan saat di wawancari pasca kegiatan. (Siti Khoirunnisa)

Source link

About admin

Permadani Diksi Nasional ( Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional ) Republik Indonesia adalah organisasi mahasiswa/i dan alumni penerima beasiswa Bidikmisi dari pemerintah republik Indonesia. Bidikmisi diluncurkan pada tahun 2010 dan telah memiliki penerima lebih kurang 700.000 mahasiswa/i. Permadani Diksi Nasional dibentuk di Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 2015.

Check Also

Buka Rahasia Jawara Fotografi Bidikmisi Skills Competition 2018 – Formadiksi UM

Malang – Setelah resmi diumumkan para pemenang Bidikmisi Skills Competition (B-Sic) 2018 pada Senin (26/11) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *