Home / Kisah Inspiratif Bidikmisi / Putri Tukang Ojek Ini Lulus Nyaris Sempurna dari IPB

Putri Tukang Ojek Ini Lulus Nyaris Sempurna dari IPB

BOGOR – Institut Pertanian Bogor (IPB) mewisuda ratusan mahasiswanya Rabu (12/12/2018). Salah satunya adalah Lutfi Rahmaningtyas dengan nilai terbaik yakni Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,95.

Dan ternyata, ahasiswa dari Fakultas Kehutanan, yang meraih nilai
nyaris sempurna ini, merupakan anak dari seorang tukang ojek. Bahkan
ayahnya yang sudah satu tahun ini terkena stroke sehingga tidak bisa
kerja lagi.

Oleh karena itu sang anak harus bekerja sampingan, guna menutupi
keperluannya baik kebutuhan akan makan dan minum serta biaya kuliah
lainnya.

Dalam keterangannya, ia mengaku, saat lulus dari SMA N 1 Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ia memilih kuliah di IPB.

Baginya, IPB merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Indonesia, terutama dalam bidang pertanian.

Melalui jalur SNMPTN, Lutfi Rahmaningtyas memilih program studi Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata.

“Saya merasa tertarik untuk mempelajari ekowisata dan isu-isu konservasi alam serta kehutanan,”katanya.

Alasan lain adalah karena Fakultas Kehutanan IPB merupakan Fakultas Kehutanan terbaik di Indonesia.

“Setelah lulus saya berencana bekerja secera profesional baik di
perusahaan swasta, LSM, maupun di pemerintahan untuk mengambil andil
dalam upaya konservasi sumberdaya hutan Indonesia. Saya juga mempunyai
keinginan untuk melanjutkan studi suatu saat nanti,” ujarnya.

Lutfi Rahmaningtyas selama kuliah, pernah menjadi pengurus BEM KM
IPB, BEM Fakultas Kehutanan, dan Himpunan Konservasi Sumberdaya Hutan
dan Ekowisata (Himakova). Dirinya juga pernah menjadi bagian dari kepanitiaan MPKMB 52 dan The 23rd TRI-U IJSS. Selain itu, ia pernah menjadi asisten mata kuliah Pendidikan Agama Islam dan empat mata kuliah di Fakultas Kehutanan.

“Saya merupakan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dan Beastudi
Etos. Prestasi yang pernah saya capai adalah menjadi mahasiswa
berprestasi tingkat departemen serta menjadi peserta dalam 4th
International Wildlife Symposium,”katanya mengenang.

Lutfi Rahmaningtyas merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.
Bapaknya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan lebih kurang
Rp50 ribu tiap harinya.

Sementara ibunya merupakan hanya seorang ibu rumah tangga. Selama
kuliah, dirinya tidak mendapatkan uang kiriman dari orangtua seperti
mahasiswa lainnya.

“Saya menggunakan uang dari beasiswa bidikmisi untuk memenuhi
kebutuhan saya sehari-hari. Bantuan berupa asrama tempat tinggal selama
dua tahun dari beastudi Etos juga sangat membantu saya mengurangi
pengeluaran,”katanya.

Ia mengaku, tantangan yang harus dihadapi selama kuliah di IPB adalah
masalah membagi waktu. Kegiatan kuliah dan praktikum yang padat serta
tugas yang cukup banyak harus bisa ia selesaikan.

Di sisi lain, dirinya harus mencari uang tambahan dengan mengajar les
di bimbel terutama untuk membayar biaya praktikum yang mengharuskan ke
lapang.

“Tetapi saya sangat bersyukur karena dengan adanya kegiatan pembinaan
rutin dari Beastudi Etos, saya mendapatkan berbagai materi dan
bimbingan dalam menghadapi tantangan selama kuliah di IPB hingga
akhirnya bisa lulus,”ungkapnya.

Selama kuliah tidak pernah mendapat kiriman uang dari orangtua, ada
rasa sedih. Namun ia bangga, karena bisa kuliah di IPB. Sebuah
kehormatan yang melebihi uang.

“Sebelum kuliah saya juga pernah kerja di Nissin untuk biaya
berangkat ke Bogor. Selama kuliah, saya serius. Saya sadar orangtua saya
tidak memiliki uang. Makanya saya kerja sambilan ngajar bimbel, dan
jualan,”katanya bangga.

Link : http://www.dibidikmisi.com/2018/12/putri-tukang-ojek-ini-lulus-nyaris.html

About admin

Permadani Diksi Nasional ( Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional ) Republik Indonesia adalah organisasi mahasiswa/i dan alumni penerima beasiswa Bidikmisi dari pemerintah republik Indonesia. Bidikmisi diluncurkan pada tahun 2010 dan telah memiliki penerima lebih kurang 700.000 mahasiswa/i. Permadani Diksi Nasional dibentuk di Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 2015.

Check Also

Tutorial Pembaharuan Akun

Link : Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *